Langkah ini dilakukan guna menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.
"PLN memutuskan program pengalihan ke kompor listrik dibatalkan. PLN hadir untuk memberikan kenyamanan di tengah masyarakat melalui penyediaan listrik yang andal," ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, dalam keterangan resmi, Selasa, 27 September.
Baca Juga:
KAI Layani 11,8 juta Pelanggan Selama Masa Angkutan Lebaran 2025
Adapun program kompor listrik PLN ini batal usai mendapat kritik dari berbagai kalangan.
Salah satunya dari anggota Komisi VII DPR Mulan Jameela menganggap program konversi kompor elpiji ke listrik terlalu terburu-buru.
Mulan yakin penggunaan kompor listrik tidak akan bisa maksimal untuk ranah rumah tangga Indonesia.
Baca Juga:
PELNI Catat Jumlah Penumpang Mudik Lebaran 2025 Melebihi Tahun Sebelumnya
Karena itu, Mulan meminta program tersebut dikaji ulang karena akan menimbulkan masalah baru nantinya.
"Kita komisi VII sempat membahas bersama kementerian ESDM. Kami sepakat program ini harus dikaji ulang. Program tersebut, sepertinya apa yang dikatakan Pak Bambang betul, menyelesaikan masalah dengan masalah," ucapnya dalam Rapat Kerja dengan Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian pada 21 September.
Belum lagi, soal wajan dan panci. Apakah kompor listrik bisa sesuai dengan wajan dan panci yang ada? Pasti, nantinya konsumen akan membeli lagi perkakas lainnya yang sesuai dengan kompor listrik.