MKLI.co.id | PT PLN (Persero) menerapkan integrasi pemeliharaan aset transmisi atau Enterprised Asset Management (EAM) di unit PLN di Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara (Sulmapana).
Hal ini wujud peningkatan layanan untuk meningkatkan keandalan listrik.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Sependapat dengan Statement Personel Siaga PLN 24 Jam: “Ini Bukan Pengorbanan Tapi Ini Tanggungjawab Kami”
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan, penerapan EAM bertujuan untuk menstandarkan proses bisnis operasi dan pemeliharaan transmisi serta memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan aset transmisi di PLN.
Sebelumnya dalam pengelolaan aset transmisi, PLN membutuhkan monitoring proses bisnis operasi dan pemeliharaan yang tersebar pada unit unit bisnis.
Dengan adanya EAM, kini seluruh aset termonitor satu per satu, langsung bisa dilihat dalam satu dashboard, dan tentunya sangat presisi.
Baca Juga:
Konsumsi SPKLU Rest Area 130A Cipali Tembus 25 Ribu kWh Saat Mudik Lebaran
“Dengan pengelolaan aset yang sudah diperbaiki ini, maka kita bisa meningkatkan kualitas layanan pelanggan, salah satunya adalah kita mampu untuk mewujudkan zero down time (ZDT),” tutur Darmawan
Dengan adanya pengawasan infrastruktur kelistrikan yang terintegrasi sistem maka PLN mampu meningkatkan pelayanan kelistrikan kepada masyarakat.
Jika selama ini beberapa waktu masih terdapat pemadaman, dengan EAM ini pemadaman listrik bisa diminimalisirkan.