Karena itu, keberhasilan di satu dusun menjadi penting bukan hanya bagi warganya, tetapi juga sebagai indikator bahwa target empat tahun bukan sekadar retorika.
“Sekarang kami percaya, janji itu memang sedang berjalan,” kata Yustinus.
Baca Juga:
Dari Gelap Menuju Terang, Turewudha Akhirnya Menyala: Bupati Ngada Resmikan Jaringan Listrik, Harapan Warga Puluhan Tahun Terjawab
Kisah Kiku Wanggarara menunjukkan bahwa pemenuhan janji nasional tidak selalu ditandai oleh seremoni besar.
Ia justru terlihat dari perubahan kecil namun mendasar: malam yang terang, anak-anak yang bisa belajar, dan warga yang mulai merencanakan usaha setelah matahari terbenam.
Dari dusun ini, janji empat tahun itu turun ke tanah. Bukan lagi sebagai slogan, melainkan sebagai pengalaman hidup yang dirasakan langsung oleh warga desa di pinggiran negeri.
Baca Juga:
Penantian Puluhan Tahun Berakhir! Takatunga 1 Akhirnya Terang, Bupati Ngada Bawa Listrik, Bangun Poskesdes, dan Pastikan Pelosok Tak Lagi Tertinggal
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]