Karena itu, keberhasilan di satu dusun menjadi penting bukan hanya bagi warganya, tetapi juga sebagai indikator bahwa target empat tahun bukan sekadar retorika.
“Sekarang kami percaya, janji itu memang sedang berjalan,” kata Yustinus.
Baca Juga:
Terang Hingga ke Pelosok, PLN Bangun Jaringan Listrik Perdesaan di Kampung Benteng, Desa Lanamai II
Kisah Kiku Wanggarara menunjukkan bahwa pemenuhan janji nasional tidak selalu ditandai oleh seremoni besar.
Ia justru terlihat dari perubahan kecil namun mendasar: malam yang terang, anak-anak yang bisa belajar, dan warga yang mulai merencanakan usaha setelah matahari terbenam.
Dari dusun ini, janji empat tahun itu turun ke tanah. Bukan lagi sebagai slogan, melainkan sebagai pengalaman hidup yang dirasakan langsung oleh warga desa di pinggiran negeri.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Capaian Listrik Nasional 2025, Dorong Akselerasi Transisi Energi Bersih
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]