Karena itu, keberhasilan di satu dusun menjadi penting bukan hanya bagi warganya, tetapi juga sebagai indikator bahwa target empat tahun bukan sekadar retorika.
“Sekarang kami percaya, janji itu memang sedang berjalan,” kata Yustinus.
Baca Juga:
Akselerasi Elektrifikasi Desa, PLN ES Libatkan Ratusan Personel Yantek
Kisah Kiku Wanggarara menunjukkan bahwa pemenuhan janji nasional tidak selalu ditandai oleh seremoni besar.
Ia justru terlihat dari perubahan kecil namun mendasar: malam yang terang, anak-anak yang bisa belajar, dan warga yang mulai merencanakan usaha setelah matahari terbenam.
Dari dusun ini, janji empat tahun itu turun ke tanah. Bukan lagi sebagai slogan, melainkan sebagai pengalaman hidup yang dirasakan langsung oleh warga desa di pinggiran negeri.
Baca Juga:
PLN ES Jalankan Penugasan Strategis, Wujudkan Pemerataan Listrik Nasional
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]