Agustinus berharap dengan adanya penyambungan listrik ini, dapat meningkatkan rasio elektrifikasi di TTS. Dengan adanya penyambungan listrik, masyarakat akan semakin sejahtera, produktif, dan ujungnya mampu meningkatkan perekonomian desa.
Pada kesempatan yang sama, Bupati TTS Egusem Piether Tahun mengapresiasi perhatian PLN di Kabupaten TTS. Pasalnya, di wilayah ini masih ada 42 ribu KK yang belum menikmati listrik.
Baca Juga:
PLN Beri Diskon Tambah Daya hingga Juni 2026, MARTABAT Prabowo-Gibran: Dorong Produktivitas Rumah Tangga dan UMKM
"Harapan saya, penyambungan listrik ini dapat mendorong masyarakat meningkatkan taraf hidupnya dengan menggunakan listrik dari PLN," ujarnya.
Egusem juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan listrik. Apabila ada gangguan listrik, masyarakat diminta segera melaporkannya ke PLN.
"Tolong bapak mama yang memiliki pohon yang dekat atau kena jaringan jangan dilakukan pemotongan sendiri, harus melaporkan ke PLN agar tim PLN yang memotongnya dan seluruh warga juga harus mengijinkan kabel listrik lewat," tambahnya.
Baca Juga:
Tanpa Kedip, PLN UP3 Cikokol Sukseskan Idul Adha di Jantung Kota Tangerang
Sementara itu, Matheos, warga Desa Fatuulan menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak PLN.
"Baru beberapa hari ini listrik sudah menyala dan saya sangat merasa senang. Saya 18 tahun di Kupang dan sekarang tinggal di kampung halaman selama 52 tahun akhirnya menikmati listrik,” ucapnya.
Berdasarkan data PLN, dalam upaya menyambungkan listrik di Desa Fatuulan, PLN melakukan sejumlah investasi senilai Rp 5 miliar.