Untuk semakin meningkatkan kenyamanan pelanggan, PLN menghadirkan berbagai layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat dengan mudah menemukan lokasi SPKLU, melakukan transaksi, hingga mengajukan pemasangan home charging.
Guna mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik, PLN menghadirkan berbagai program insentif, di antaranya Diskon tarif listrik sebesar 30 persen untuk pengisian daya pukul 22.00–05.00 WIB dan diskon 50 persen biaya pemasangan home charging hingga Juni 2026.
Baca Juga:
PLN UID Jabar Perkuat Kompetensi EV di SMKN 8 Bandung, Dari Teori Jadi Praktik Nyata
Selain itu, PLN UID Jawa Barat juga aktif mendukung konversi motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), salah satunya melalui pengembangan pendidikan konversi di SMKN 8 Bandung.
Program ini memberikan alternatif bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik dengan tetap menggunakan kendaraan yang dimiliki. Proses konversi dilakukan melalui tahapan pendaftaran, pengecekan teknis, hingga sertifikasi dari Kementerian Perhubungan.
Di Jawa Barat, bengkel konversi yang bekerja sama dengan PLN antara lain SMKN 8 Bandung, CV Magnet, CV Hidtech, dan SMK Cendekia Batujajar.
Baca Juga:
PLN UID Jabar Perkuat Kompetensi EV di SMKN 8 Bandung, Dari Teori Jadi Praktik Nyata
Sugeng menambahkan, PLN tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh.
“PLN hadir tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi, mulai dari infrastruktur, layanan digital, hingga pengembangan SDM. Ini adalah bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung transisi energi bersih,” tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dalam mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya menurunkan emisi karbon dan mencapai target transisi energi nasional.