Lebih dari itu, transformasi tersebut diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Fakta bahwa 60 pembangkit baru telah beroperasi dengan kapasitas total 16,5 GW sudah cukup menjawab berbagai narasi yang menyebut tidak ada pembangunan pembangkit," ujar Tohom.
Baca Juga:
Telkomsel Segarkan Jajaran Pengurus, Fokus Perkuat 5G, AI, dan Layanan Digital
Ia menegaskan, penilaian terhadap kinerja sektor kelistrikan nasional harus didasarkan pada data dan fakta.
Menurutnya, pembangunan yang dilakukan PLN bukan sekadar menghadirkan aset fisik.
"Yang dibangun bukan hanya aset fisik, tetapi juga fondasi ketahanan energi Indonesia untuk jangka panjang," katanya.
Baca Juga:
Salah Transfer Jangan Dibiarkan, Nasabah Perlu Siapkan Bukti dan Segera Lapor Bank
Tohom yang baru-baru ini mengikuti Plenary Meeting International ISO COPOLCO di Hainan, China, menilai anggapan seolah tidak ada pembangunan pembangkit selama masa kepemimpinan Darmawan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Ia mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir PLN telah mengoperasikan dan meresmikan berbagai proyek ketenagalistrikan strategis.
Proyek-proyek tersebut tersebar di berbagai wilayah Indonesia.