Setelahnya adalah kerusakan di bagian perangkat elektronik dengan jumlah kasus 3,650 juta unit.
Sisanya kerusakan yang terjadi ditemukan di bagian rem yang tidak berfungsi dengan baik serta cat mobil yang tidak sempurna.
Baca Juga:
Pemprov Sulawesi Utara Terus Dorong Peningkatan Kunjungan Wisatawan Mancanegara di Wilayahnya
Sementara penarikan kembali yang terjadi pada mobil listrik sangat mengkhawatirkan.
Sebagian besar atau sekitar 52,5 persen recall yang dialami mobil listrik justru terjadi di bagian baterai, motor listrik, dan sistem pengaturan elektronik. [Tio]