Menurut Imbar, keselamatan ketenagalistrikan harus menjadi perhatian bersama karena aktivitas masyarakat biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan.
“Melalui forum ini kami berharap sinergi dengan media dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan listrik,” sambungnya.
Baca Juga:
PLN WATCH: 60 Pembangkit Baru Berkapasitas 16,5 GW Bukti Transformasi PLN di Bawah Darmawan Prasodjo
Sementara itu, Manager K3L dan Keamanan PLN UID Bali I Made Ariana menjelaskan momentum hari raya umumnya diikuti peningkatan penggunaan peralatan listrik untuk mendukung berbagai kegiatan adat dan keagamaan.
Ia menyebut kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai instalasi listrik yang aman dan sesuai standar.
“Menjelang hari raya, kebutuhan listrik masyarakat cenderung meningkat,” kata I Made Ariana.
Baca Juga:
PLN WATCH: 60 Pembangkit Baru Berkapasitas 16,5 GW Bukti Transformasi PLN di Bawah Darmawan Prasodjo
Menurut Ariana, penggunaan listrik yang tidak memperhatikan kapasitas instalasi dapat memicu risiko serius di lingkungan rumah tangga maupun lokasi kegiatan masyarakat.
“Penggunaan stop kontak secara berlebihan, instalasi yang tidak memenuhi standar, maupun penambahan peralatan listrik tanpa memperhatikan kapasitas instalasi dapat memicu korsleting yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, menggunakan peralatan berstandar, dan menghindari penumpukan colokan listrik.