Dalam diskusi tersebut, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap instalasi listrik sesuai standar menjadi salah satu perhatian utama, terutama saat pemasangan perlengkapan pendukung upacara dan kegiatan keagamaan.
Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi gangguan akibat meningkatnya beban listrik rumah tangga selama periode hari raya.
Baca Juga:
Pelita Air Bakal Masuk Garuda Group, MARTABAT Prabowo-Gibran: Konsolidasi Harus Tingkatkan Pelayanan
Edukasi mengenai jarak aman terhadap jaringan listrik, penggunaan peralatan yang memenuhi standar, serta pelaporan dini terhadap potensi gangguan juga menjadi poin penting yang disampaikan kepada masyarakat.
Forum tersebut menghasilkan kesamaan pandangan bahwa keselamatan ketenagalistrikan harus menjadi bagian dari budaya masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
Hari raya tersebut identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan kebutuhan listrik di berbagai lokasi.
Baca Juga:
KAI Kecam Ucapan Kasar Advokat ke Wartawan, Kak Mia: Officium Nobile Wajib Jaga Etika
Selain memastikan keandalan pasokan listrik, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman menjadi faktor penting dalam mencegah gangguan maupun kecelakaan ketenagalistrikan.
Melalui kolaborasi antara PLN, Majelis Desa Adat, media, pemerintah, dan masyarakat, budaya sadar keselamatan diharapkan semakin tumbuh selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal Bali.
Dengan demikian, seluruh rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan diharapkan dapat berlangsung khidmat, aman, nyaman, serta didukung pasokan listrik yang andal bagi seluruh masyarakat Bali.